Apa Itu Affiliate Marketing dan Bagaimana Agar Sukses Menjalankannya ?

Di internet ada banyak sekali peluang yang bisa kamu kerjakan untuk menghasilkan uang. Yang paling umum misalnya berjualan secara online. Kamu bisa menjual barang online dari website/blog/media sosial kamu sendiri ataupun menjualnya lewat platform jual beli online (marketplace). Selain itu, peluang lainnya adalah menjadi content creator, baik melalui blog (blogger) ataupun melalui Vlog (vlogger).

Selain peluang di atas, kamu juga bisa menghasilkan uang dengan melakukan kegiatan pemasaran di internet, yaitu dengan menjadi seorang affiliate. Affiliate adalah orang menjalankan/melakukan kegiatan pemasaran melalui program afiliasi (affiliate marketing). Affiliate marketing menjadi salah satu kegiatan yang populer di internet karena potensi penghasilan yang tidak kalah besar dibandingkan dengan peluang lainnya yang ada di internet.

Affiliate marketing sendiri adalah salah satu teknik pemasaran yang dilakukan secara online (digital) dengan media berupa link (tautan). Link produk ini jika diklik akan berisi informasi lengkap seputar produk. Mulai dari spesifikasi maupun harga barang. Link inilah yang membedakan antara pemasaran digital lainnya dengan pemasaran afiliasi (affiliate marketing).

Link affiliate dibuat khusus dengan teknik yang canggih di mana antara link affiliate yang satu dengan affiliate lainnya tidak mungkin sama. Sehingga, apabila terjadi pembelian melalui link affiliate milik si A, maka keuntungan/profit dari poduk yang berhasil terjual, akan menjadi hak si A sebagai affiliate dari produk tersebut.

Jika kamu sebagai Pemilik produk, membuka program afiliasi sangat menguntungkan agar dapat memperbesar potensi penjualan. Dengan membuka program afiliasi, berarti kamu tidak memasarkan produkmu sendiri melainkan mengajak orang lain untuk bersama-sama memasarkan produk kamu. Di sisi lain, orang-orang bisa memperbesar pendapatan mereka dengan ikut dalam program afiliasi yang kamu adakan.

Apa Bedanya Affiliate Marketing Dengan sistem Reseller ?

Yang paling membedakan keduanya adalah link (tautan). Affiliate Marketing sangat identik dengan tautan (link) affiliate yang telah dijelaskan di atas. Dulu, affiliate marketing identik dengan pemasaran untuk produk-produk digital (non fisik) seperti e-book, theme website, tools/plugin/software, dan lain sebagainya. Namun dalam perkembangannya, saat ini affiliate marketing tidak hanya untuk memasarkan produk digital namun juga produk fisik seperti fashion, peralatan rumah tangga dan lain-lain.

Jadi, pada affiliate marketing kamu pasti mendapatkan link (tautan) affiliate. Karena dengan bermodal link inilah kamu bisa mulai melakukan pemasaran produk. Hal ini berbeda dengan sistem pemasaran secara reseller di mana pada sistem reseller tidak diperlukan adanya link khusus. Karena pada dasarnya reseller menjual produk yang memang sudah dimilikinya (sudah ada di tangan si reseller). Sehingga reseller cukup mengambil gambar untuk kemudian ditawarkan secara online ataupun menjualnya secara offline. Berbeda dengan sistem affiliate marketing yang sudah pasti medianya dilakukan secara online (melalui internet).

Perbedaan lainnya adalah konsep kepemilikan barangnya. Pada affiliate marketing, marketer atau affiliate tidak perlu memiliki produk yang dipasarkan. Kebanyakan program affiliate memang tidak mengharuskan affiliatenya untuk terlebih dahulu membeli produk affiliate. Namun memang sebagian program affiliate ada juga yang mewajibkan affiliate untuk membeli terlebih dahulu produknya, sebelum nantinya bisa ikut memasarkan produk affiliate tersebut.

Alasan dari program affiliate yang mengharuskan affiliate/marketer untuk membeli terlebih dahulu produknya adalah agar si pemasar/affiliate itu sendiri sudah mencoba/menggunakan sendiri produk affiliate untuk dirinya sendiri. Dengan affiliate menggunakan langsung manfaat dari produk affiliate, maka diharapkan affiliate memahami benar value dari produk affiliate tersebut, sehingga apabila nanti ikut memasarkannya, affiliate sudah paham akan produknya.

Bagaimana dengan reseller ?. Reseller sendiri dari istilahnya merujuk pada kegiatan re sell (menjual kembali). Kegiatannya berupa reselling, sehingga orangnya disebut reseller. Jadi konsep reseller sendiri seharusnya memang mengharuskan si pemasar untuk membeli dahulu produknya sebelum nantinya dia jual kembali. Jadi reseller ini akan membeli dulu produk dari produsen/pemilik produk untuk kemudian produk tersebut akan dijual kembali.

Selain hal di atas, perbedaan lainnya adalah dalam hal Harga. Harga pada produk affiliate sudah ditentukan (fixed). Yang menentukan adalah pemilik produk/creator selaku penyelenggara program affiliate. Di saat tertentu, mungkin saja penyelenggara program affiliate akan memberikan diskon khusus. Jika demikian, secara otomatis seluruh affiliate akan mengikuti harga tersebut. Karena pada dasarnya tugas affiliate hanya mempromsikan produk melalui link afiliasinya, maka link afiliasi itu akan secara otomatis menujuk link utama si penyelenggara progam afiliasi. Dengan demikian apabila link afiliasi diklik, maka secara otomatis akan mengikuti harga terbaru. Affiliate tidak dapat menentukan harga jual produk sendiri.

Berbeda dengan affiliate marketing, pada program reseller harga produk bisa ditentukan sendiri oleh reseller. Kenapa begini ?. Karena pada dasarnya reseller sudah memiliki produknya (karena produknya sudah dibeli), jadi reseller bebas menentukan harga jual produk kepada pembeli. Penyelenggara program reseller biasanya hanya memberikan harga acuan/rekomendasi kepada para reseller,. Perlu diingat, bahwa dalam prakteknya mungkin saja konsep ini berbeda, dimana penyelenggara program reseller bisa saja sudah menentukan harga jual ke konsumen. Oleh karena itu perhatikan baik-baik mengenai terms & conditionnya ya…

Mengapa Memilih Affiliate Marketing ?

  1. Sederhana

Membangun usaha/bisnis adalah suatu hal yang rumit karena prosesnya melibatkan banyak hal. Jika Bisnis adalah tentang menjual sesuatu ke konsumen, maka kita biasanya akan berfikir tentang apa produknya, bagaimana cara membuat produknya, siapa konsumen (yang memerlukan produknya), bagaimana memasarkan produk kepada pembeli, bagaimana mengemas produk sebelum dikirim ke pembeli, bagaimana membuat perencanaan stok produk, cara menyimpan stok produk, melakukan proses pengiriman produk dan kemudian menjaga kualitas produk termasuk mempersiapkan keluhan pelanggan/konsumen produk tersebut.

Yang menarik dari affiliate marketing adalah anda bisa mulai menjalankan usaha hanya dengan memfokuskan diri di bagian pemasaran/marketing. Karena semua rangkaian proses yang disebutkan di atas tadi tidak perlu anda lakukan. Affiliate marketing menyederhakan proses bisnis yang panjang dan rumit menjadi lebih mudah dan sederhana. Mudahnya, program affiliate sudah mempersiapkannya buat kamu. Kamu tinggal melakukan pemasaran, sisanya akan dilakukan oleh penyelenggara program/pemilik, kreator produk.

2. Efisien & Kompetitif

Tidak diragukan lagi, bisnis melalui affiliate program adalah salah satu jalan membangun bisnis yang terbilang efisien karena kegiatan yang berada di luar penjualan/pemasaran benar-benar disederhanakan, sehingga affiliate cukup hanya berfokus kepada penjualan. langkah ini sangat efisien karena dari sisi materi (modal usaha) anda tidak akan dituntut memiliki banyak modal. Sangat murah (jika tidak boleh dibilang tanpa modal).

Selain itu, program affiliate juga sangat kompetitif dibandingkan dengan jenis-jenis usaha lainnya. Sekalipun ada yang mempersyaratkan affiliate untuk terlebih dahulu membeli produknya, tetapi produk affiliate yang ditawarkan biasanya memang mempunyai value yang tinggi. Dengan demikian affiliate bisa menggunakan produk tersebut secara pribadi. Jika dipandang dari sisi positifnya affiliate akan memiliki kepercayaan/kepuasan dengan menggunakan produk tersebut sehingga memudahkan affiliate dalam memasarkannya kepada orang lain. Dengan value yang ditawarkan, tentu harga produk affiliate punya daya saing tersendiri. Sebelum kamu mengikuti program afiliasi (affiliate marketing), yang mempersyaratkan untuk membeli dulu produknya, pastikan bahwa memang kamu membutuhkan/menyukai produknya. Jadi membeli produk affiliate sebagai modal awal untuk membangun bisnis afiliasi bisa dibilang sangat kompetitif dibandingankan bisnis lainnya.

Namun demikian, dalam prakteknya kedua istilah di atas (afiliasi/affiliate dan reseller) seringkali disamakan.

Leave a Comment

Open chat
Halo Kak,

Ada yang bisa dibantu ?